In search of Autism… :
Mencari sebab musabab Autisme pada anak ....
Hasil research
bersama antara The National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) dan NIH’s Autism
Coordinating Committee pada tahun 2000:
- Hubungan koneksi serotonin yang terganggu pada autisme
- Pemetaan
bagian otak yang abnormal yang menjadi penyebab autisme
- Bagian otak yang aktif selama terjadi
obsesesif / kebiasaan mengulang suatu tindakan atau
perbuatan pada orang dewasa dan anak penderita autisme pada usia yang masih
sangat muda
(FDA
files\Research into Autism_Help, Support and Information on Autism ,6/20/2007)
Penelitian terhadap
penyebab Autisme :
•
Faktor
genetik pada autisme
•
Waktu
dimana terjadi gejalah pertama autisme (home movie/video studies)
•
Hubungan
korelasi antara vaksin MMR dan autisme
•
Sistem
saraf pada anak dengan kelainan autisme
•
Pengaruh
obat Thalidomide dan infeksi alamiah rubella
(Vaccines: What
You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)
Faktor genetik pada
autisme :
•
Cara
terbaik untuk menentukan faktor genetik pada suatu penyakit adalah memeriksa
angka kejadian penyakit tersebut pada kembar identik dan kembar fraternal.
•
Pada
autisme (definisi yang ketat):
- Satu anak
yang autisme dari pasangan kembar, maka sekitar 60 % kembar
identik dan 0
% kembar fraternal akan menderita autisme
•
Pada autisme (definisi luas: ASD):
- sekitar 92 % kembar identik dan 10 % kembar fraternal akan menderita autisme
(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit
and Louis M. Bell, 2003)
Waktu terjadi gejalah
pertama dan waktu pemberian vaksinasi MMR :
•
Untuk
mendeteksi gejalah pertama autisme adalah melalui video yang dibuat dirumah
tentang perkembangan bayi
•
Ahli
tumbuh kembang bayi dapat membedakan anak autisme daripada anak non autisme pada saat mereka berusia 1 tahun melalui penelitian video tersebut
•
Penelitian
ini bisa menemukan gejalah autisme yang sulit dideteksi yang sudah terlihat
sejak awal sebelum kita mulai mencurigainya
•
Pemberian
vaksinasi MMR tidak mendahului terjadinya gejalah
pertama autisme
(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit
and Louis M. Bell, 2003)
Kelainan perkembangan
neurologi dan paparan zat racun atau infeksi virus :
Dalam penelitian ditemukan fakta bahwa paparan zat racun dan kejadian infeksi virus penyebab kelainan
perkembangan saraf dan meningkatkan angka kejadian kelainan autisme pada bayi
baru lahir :
•
Anak anak
yang terpapar obat thalidomide pada awal trimester pertama atau trimester kedua
masa kehamilan ibu
•
Anak
dengan gejalah rubella kongenital bawaan
Gejalah autisme terjadi pada awal kehidupan bayi, sedangkan pemberian vaksin yang mengandung Thimerosal, dalam hal ini vaksin MMR, baru diberikan pada saat bayi berusia minimal 9 bulan, sehingga jelas berlawanan dengan anggapan bahwa vaksin adalah penyebab autisme
pada bayi
(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit
and Louis M. Bell, 2003)
Tinjauan keamanan
penggunaan Thimerosal oleh Institute Of Medicines (IOM) :
•
Tinjuan
pertama pada 2001 untuk melihat kemungkinan hubungan antara autisme dan
penggunaan vaksin MMR
•
Tinjuan
kedua pada tahun 2004 untuk melihat hubungan sebab akibat penggunaan
Thimerosal dengan gangguan perkembangan
saraf pada kejadian autisme, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
dan gangguan kemampuan bicara dan bahasa si anak
(FDA
files\FDA-CBER – Thimerosal in Vaccine 6/20/2007)
Hasil dari tinjauan
pertama Institute of Medicine (IOM):
•
IOM menyimpulkan bahwa:
1. bukkti bukti tidak cukup kuat untuk
menerima atau menolak hubungan sebab akibat
penggunaan vaksin yang mengandung Thimerosal dengan terjadinya autisme
pada bayi
2. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk
bisa menentukan menerima atau menolak hubungan sebab akibat penggunan vaksin
dengan kandungan Thimerosal dengan terjadinya autisme pada bayi
Tinjuan ini dilakukan IOM pada tahun 2001
(FDA files\FDA-CBER – Thimerosal in Vaccine 6/20/2007)
Hasil tinjuan
kedua oleh IOM :
•
Berdasarkan
data epidemiologi terbaru dari Amerika, Denmark, Swedia dan Inggris
•
Mekanisme
biologi antara vaksin dengan kandungan Thimerosal dan autisme sejak tahun
2001
•
Menyimpulkan
bahwa :
1. Penolakan terhadap kemungkinan hubungan
antara thimerosal dalam vaksin dengan terjadinya autisme bayi
2. Hipotesa yang mengatakan bahwa adanya
hubungan sebab akibat antara thimerosal dengan kejadian autisme hanya teori
belaka .
3. Penolakan terhadap tindakan vaksinasi akan
menyebabkan peningkatan penyakit infeksi yang serius seperti campak, pertusis /
batuk rejan dan meningitis Hib (re-emerging of infectious diseases)
Review kedua ini dilakukan pada tahun 2004
(FDA files\FDA-CBER – Thimerosal in
Vaccine 6/20/2007)
Sampai berapa jumlah Thimerosal yang boleh diterima oleh bayi usia 6 bulan pertama ?
Jumlah keseluruhan
pemaparan Thimerosal yang diperkenankan untuk 6 bulan pertama kehidupan seoarng
bayi:
•
Vaksin
yang bebas dari kandungan Thimerosal:
- Vaksin
vaksin seperti DTaP
(difteri, tetanus dan pertusis), Hib (hemofilus influenza
type
B, MMR (Mum Measles dan Rubella), Polio, Typhoid, Hepatitis A,
- Vaksin Influenza dan Varicella adalah vaksin
dengan kandungan Thimerosal 0%
•
Vaksin
dengan kandung thimerosal rendah (trace amount) :
-
Semua
vaksin multi dosis (satu vial vaksin untuk beberapa orang / beberapa kali
pemakian
-
Beberapa
jenis vaksin Hepatitis B
Saat ini kandungan
maksimum thimerosal dalam vaksin rutin untuk
vaksinasi bayi adalah sekitar 28 µg
Sedangkan jumlah
rekomendasi EPA untuk pemaparan harian methylmercury adalah:
65 µg / 5 kg BW selama 6 bulan pertama
kehidupan bayi
Sehingga jumlah
seluruh Thimerosal yang diterim bayi dalam 6
bulan pertama kehidupannya adalah :
•
Untuk
vaksin Hepatitis B pediatrik formula 0.5 mL
•
Perkiraan
berat badan bayi adalah 5 kg, diberikan 3 dosis vaksin Hepatitis B
pediatrik pada saat berusia 0 bulan, 1 bulan dan 6 bulan
•
Kandungan
thimerosal adalah 50 µg / 0.5 mL
1.5 mL (3 doses)/ 5 kg / 6 months
Sekitar 0.179 µg / kg / perhari
65 µg
/ 5 kg Berat Badan pada
saat beusia 6 bulan pertama kehidupan bayi
(Rekomendasi EPA)
(LG Life Science Rep. of Korea)
Kesimpulan :
•
Tidak ada
bukti ilmiah tentang hubungan antara autisme dengan vaksin yang mengandung
thimerosal sebagai zat preservative
•
Thimerosal adalah organomercury dan dimetabolisir menjadi bentuk ethylmercury yang tidak mempunyai efek kumulatif/penimbunan dalam sistim
organ tubuh
•
Autisme disebabkan oleh
beberapa faktor seperti faktor genetik, infeksi virus dan pemapparan zat racun
pada awal kehamilan, makanan yang terkontaminasi dengan methylmercury dan aneka
logam berat lainnya
•
Perlu
penelitain lebih lanjut untuk mencari sebab autisme
•
Pada
vaksin masa depan dihindarkan pemakai thimerosal atau jenis preservative
lainnya
•
Hal yang
perlu kita renungkan adalah pemakaian kosmetik, bahan makanan laut dan tanaman
yang telah terkontaminasi dengan zat kimia dan logam berat lainnya juga mungkin
menjadi penyumbang cukup berarti untuk menyebabkan tetap meningkatnya kasus
autisme bayi meski saat ini pemakaian vaksin dengan kandungan Thimerosal mulai
sangat dibatasi bahkan dihindarkan.
...….unfortunately for parents who will someday
bear children diagnosed with autism, the controversy surrounding vaccines has
diverted attention and resources away from a number of promising leads….
Mencari sebab musabab autisme pada anak ..........sangat disayangkan bagi para orang tua yang suatu hari mungkin memiliki anak yang didiagnosa dengan autisme, soal kontroversial yang meliputi vaksin telah menarik perhatian dan sumber daya yang diperlukan untuk mencari sebab musabab autisme ...
(Vaccine: what you should know, 3rd
edition, Paul A. Offit, MD and Louis M. Bell MD, 2003)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar