Bekerja dari Rumah Bebas Stress

Travaga - HorizontalSmall

Rabu, 18 April 2012

Keracunan Mercury dan Autisme


  Awal mula cerita keracunan logam berat Methylmercury sejak.... :

          Di Teluk Minamata Jepang, terjadi pembuangan limbah industri mercury kedalam perairan teluk sehingga terjadi kontaminasi ikan laut di teluk Minamata yang terjadi sejak akhir tahun 1950an hingga awal 1960an  (Harada 1995)

          Kejadian di Irak pada tahun 1970an dimana terjadi kontaminasi mercury pada biji gandum yang dioleh menjadi roti (Bakir et al 1973)

          Laporan pertama vaksin (MMR) dengan kandungan Thimerosal oleh Dr. Andrew Wakefield, seorang dokter dari Inggris,  pada tahun 1998, yang menimbulkan heboh besar dan terjadi penolakan vaksin di Inggriis dan beberapa negara lain seperti di negara Skandinavia dengan segala akibat buruk yang mengikutinya.

(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)


Beberapa gejalah bila terjadi keracunan logam berat Methylmercury ...:

          Adapun janin lebih sensitif terhadap keracunan methylmercury
          Pemaparan ibu hamil terhadap metylmercury dosis tinggi àakan terjadi pemaparan pada janin sehingga terjadi:
-          Kerusakan neurologi / saraf yang serius à terjadi celebral palsy
-          Gangguan fungsi sensorik dan motorik
-          Gangguan perkembangan dan pertumbuhan janin à autisme


Beberapa pendapat pro dan kontra terhadap hubungan autisme dengan Thimerosal ...:

• Laporan pertama tetang vaksin (MMR) dan Thimerosal oleh Dr. Andrew Wakefield pada tahun  

  1998 (Lancet Medical Journal 1998)

• 1 bulan setelah pemberian vaksin MMR maka terjadi gejalah2 :

- Inflamsi / infeksi saluran cerna, terjadi infiltrasi protein berbahaya kedalam otak, sehingga  

  terjadi

- Gangguan perkembangan neurolog / saraf, anak menderita kelainan Autisme, atau juga berupa

- ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder)

- Terjadi kelambatan perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa

• Hipotesa : hubungan sebab akibat antara Thimerosal dan gangguan perkembangan saraf otak  

   anak(autisme)

(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)



Beberapa pendapat pro dan kontra terhadap hubungan autisme dengan Thimerosal ...:(lanjutan)

·         Dr. Brent Taylor dan kawan kawannya telah merancang 4 buah uji klinik untuk mencari dan membuktikan teori hipotesa relasi positif antara Thimerosal dengan kejadian autisme di Inggris.

·         Dr. Nathalie Smith

·         Di Denmark dilakukan uji klinik dengan skala besar yang melibatkan 537.000 anak anak, ditemuakn hasil akhir yang menunjukkan bahwa angka kejadian autisme antara anak yang telah divaksinasi dengan yang tidak di vaksinasi adalah sama 



Kesimpulan :  

-          Tidak ditemukan korelasi ilmiah positif antara kejadian autisme dengan vaksinasi yang diberikan pada masa bayi  
-          Jumlah anak penderita autisme tidak sesuai dengan jumlah bayi yang telah mendapat vaksinasi MMR    
-          Inflamsi / infeksi saluran cerna terjadi setelah timbulnya gejalah autisme bukan sebelumnya seperti yang diduga sebelumnya
-          Jumlah kejadian autisme antara bayi yang terima vaksinasi dengan yang tidak menerima vaksinasi tidak dihitung /ditabulasi oleh dr. Andrew Wakefield  

           (semua hasil uji klnik diatas bisa diperoleh dari British Medical Journal dan New    
            England Medical Journal, Edisi November 2002)   
    
                (Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)






Untuk memperkuat bukti bahwa tidak terjadi korelasi positif antara autisme dengan
penggunaan vaksin yang mengandung Thimerosal :

Disini ditunjukan uji klinik yang tidak berhasil menunjukan hubungan korelasi positif
antara autisme dengan Thimerosal :

1.       Stehr-Green et al., 2003 [22], uji klinik Ecological, Sweden and Denmark

2.       Madsen et al., 2003 [23], uji klinik Ecological, Denmark

3.       Fombonne et al., 2006 [9], uji klinik Ecological, Canada

4.       Hviid et al., 2003 [24], uji klinik cohort Retrospective, Denmark

5.       Verstraeten et al., 2003 [25], uji klinik cohort Retrospective, United States

6.       Heron and Golding, 2004 [26], uji klinik cohort Prospective, United Kingdom

7.       Andrews et al., 2004 [27], uji klinik cohort Retrospective, United Kingdom

      (458 • CID 2009:48 (15 February) • VACCINES)




Dengan adanya bukti bukti uji klinik yang retrospektif ataupun yang observasi selama penggunaan vaksin yang mengandung thimerosal sebagai pengawet / preservative, tidak ditemukan adanya korelasi yang positif antara jumlah pemakaian vaksin tersebut dengan peningkatan kasus kasus baru anak dengan kelainan autisme.
Hal demikian juga diamati dan ditemukan di negara negara skandinavia dan Inggris yang pada awalnya menghentikan vaksinasi dengan vaksin yang mengandung thimerosal, sebagai akibat propoganda Dr. Andrew Whitfield tentang hubungan vaksin dengan presevative thimerosal dengan kejadian bayi menderita autisme, namun pada kenyataannya bahwa jumlah anak penderita autisme tetap saja meningkat meskipun penggunaan vaksin dengan kandungan thimerosal telah dihentikan. 
Untuk menanggapi kejadian demikian, barangkali kita perlu memikirkan adanya kemungkinan kontaminasi logam berat mercury ini dalam makanan laut, barang2 alat rumah tangga seperti cairan pembersih rumah tangga, pestisida, pupuk tanaman dan lain2 yang banyak dipergunakan dalam rumah tangga, yang mungkin mengandung mercury, juga kosmetika yang dipergunakan seperti pemutih kulit dan lain lain. 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar