Bekerja dari Rumah Bebas Stress

Travaga - HorizontalSmall

Kamis, 26 April 2012

Mencari sebab musabab Autisme


      In search of Autism… :

Mencari sebab musabab Autisme pada anak ....

Hasil research bersama antara The National Institute of Neurological  Disorders and Stroke (NINDS) dan NIH’s Autism Coordinating Committee pada tahun 2000:

 - Hubungan koneksi serotonin yang terganggu pada autisme
 - Pemetaan bagian otak yang abnormal yang menjadi penyebab autisme
 - Bagian otak yang aktif selama terjadi obsesesif / kebiasaan mengulang suatu tindakan atau  
    perbuatan pada orang dewasa dan anak penderita autisme pada usia yang masih sangat muda    

   (FDA files\Research into Autism_Help, Support and Information on Autism ,6/20/2007)     


Penelitian terhadap penyebab Autisme :

          Faktor genetik pada autisme  

          Waktu dimana terjadi gejalah pertama autisme (home movie/video studies)

          Hubungan korelasi antara vaksin MMR dan autisme

          Sistem saraf pada anak dengan kelainan autisme

          Pengaruh obat Thalidomide dan infeksi alamiah rubella

        (Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)



Faktor genetik pada autisme :

          Cara terbaik untuk menentukan faktor genetik pada suatu penyakit adalah memeriksa angka kejadian penyakit tersebut pada kembar identik dan kembar fraternal.

          Pada autisme (definisi yang ketat):

-                                  Satu anak yang autisme dari pasangan kembar, maka sekitar 60 % kembar identik dan 0  
                   % kembar fraternal akan menderita autisme

          Pada autisme (definisi luas: ASD):
             - sekitar 92 % kembar identik dan 10 % kembar fraternal akan menderita  autisme   

                (Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)


Waktu terjadi gejalah pertama dan waktu pemberian vaksinasi MMR :

          Untuk mendeteksi gejalah pertama autisme adalah melalui video yang dibuat dirumah tentang perkembangan bayi

          Ahli tumbuh kembang bayi dapat membedakan anak autisme daripada anak non autisme pada saat mereka berusia 1 tahun melalui penelitian video tersebut 

          Penelitian ini bisa menemukan gejalah autisme yang sulit dideteksi yang sudah terlihat sejak awal sebelum kita mulai mencurigainya

          Pemberian vaksinasi MMR tidak mendahului terjadinya gejalah pertama autisme

                (Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)



Kelainan perkembangan neurologi dan paparan zat racun atau infeksi virus :

Dalam penelitian ditemukan fakta bahwa paparan zat racun dan kejadian infeksi virus  penyebab kelainan perkembangan saraf dan meningkatkan angka kejadian kelainan autisme pada bayi baru lahir :    
  
          Anak anak yang terpapar obat thalidomide pada awal trimester pertama atau trimester kedua masa kehamilan ibu  
          Anak dengan gejalah rubella kongenital bawaan    

Gejalah autisme terjadi pada awal kehidupan bayi, sedangkan pemberian vaksin yang mengandung Thimerosal, dalam hal ini vaksin MMR, baru diberikan pada saat bayi berusia minimal 9 bulan, sehingga jelas berlawanan dengan anggapan bahwa vaksin adalah penyebab autisme pada bayi  

(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)



Tinjauan keamanan penggunaan Thimerosal oleh Institute Of Medicines (IOM) :

          Tinjuan pertama pada 2001 untuk melihat kemungkinan hubungan antara autisme dan penggunaan vaksin MMR

          Tinjuan kedua pada tahun 2004 untuk melihat hubungan sebab akibat penggunaan Thimerosal  dengan gangguan perkembangan saraf pada kejadian autisme, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan gangguan kemampuan bicara dan bahasa si anak  

               (FDA files\FDA-CBER – Thimerosal in Vaccine 6/20/2007)



Hasil dari tinjauan pertama Institute of Medicine (IOM):

          IOM menyimpulkan bahwa:

1.       bukkti bukti tidak cukup kuat untuk menerima atau menolak hubungan sebab akibat  penggunaan vaksin yang mengandung Thimerosal dengan terjadinya autisme pada bayi 
    
2.       Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk bisa menentukan menerima atau menolak hubungan sebab akibat penggunan vaksin dengan kandungan Thimerosal dengan terjadinya autisme pada bayi

Tinjuan ini dilakukan IOM pada tahun 2001

                       (FDA files\FDA-CBER – Thimerosal in Vaccine 6/20/2007)



Hasil tinjuan kedua  oleh IOM :

          Berdasarkan data epidemiologi terbaru dari Amerika, Denmark, Swedia dan Inggris

          Mekanisme biologi antara vaksin dengan kandungan Thimerosal dan autisme sejak tahun 2001 

          Menyimpulkan bahwa :

1.       Penolakan terhadap kemungkinan hubungan antara thimerosal dalam vaksin dengan terjadinya autisme bayi 

2.       Hipotesa yang mengatakan bahwa adanya hubungan sebab akibat antara thimerosal dengan kejadian autisme hanya teori belaka .

3.       Penolakan terhadap tindakan vaksinasi akan menyebabkan peningkatan penyakit infeksi yang serius seperti campak, pertusis / batuk rejan dan meningitis Hib (re-emerging of infectious diseases)   

                             Review kedua ini dilakukan pada tahun 2004

                              (FDA files\FDA-CBER – Thimerosal in Vaccine 6/20/2007)




Sampai berapa jumlah Thimerosal yang boleh diterima oleh bayi usia 6 bulan pertama ? 

Jumlah keseluruhan pemaparan Thimerosal yang diperkenankan untuk 6 bulan pertama kehidupan seoarng bayi:

          Vaksin yang bebas dari kandungan Thimerosal:
-                                  Vaksin vaksin seperti  DTaP (difteri, tetanus dan pertusis), Hib (hemofilus influenza type    
                   B, MMR (Mum Measles dan Rubella), Polio, Typhoid, Hepatitis A,
-                                   Vaksin Influenza dan Varicella adalah vaksin dengan kandungan Thimerosal 0%

          Vaksin dengan kandung thimerosal rendah (trace amount) :

-          Semua vaksin multi dosis (satu vial vaksin untuk beberapa orang / beberapa kali pemakian

-          Beberapa jenis vaksin Hepatitis B  


Saat ini kandungan maksimum thimerosal dalam vaksin rutin untuk vaksinasi bayi adalah sekitar 28 µg

Sedangkan jumlah rekomendasi EPA untuk pemaparan harian methylmercury adalah:
65 µg / 5 kg BW selama 6 bulan pertama kehidupan bayi 

Sehingga jumlah seluruh Thimerosal yang diterim bayi dalam 6 bulan pertama kehidupannya adalah :

          Untuk vaksin Hepatitis B pediatrik formula 0.5 mL

          Perkiraan berat badan bayi adalah 5 kg, diberikan 3 dosis vaksin Hepatitis B pediatrik pada saat berusia  0 bulan, 1 bulan dan  6 bulan   

          Kandungan thimerosal adalah 50 µg / 0.5 mL

              1.5 mL (3 doses)/ 5 kg / 6 months

              Sekitar 0.179 µg / kg / perhari  

             65 µg / 5 kg Berat Badan pada saat beusia 6 bulan pertama kehidupan bayi    
             (Rekomendasi EPA)  
             

                 (LG Life Science Rep. of Korea)




Kesimpulan :

          Tidak ada bukti ilmiah tentang hubungan antara autisme dengan vaksin yang mengandung thimerosal sebagai zat preservative 

          Thimerosal adalah organomercury dan dimetabolisir menjadi bentuk ethylmercury yang tidak mempunyai efek kumulatif/penimbunan dalam sistim organ tubuh 

          Autisme disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor genetik, infeksi virus dan pemapparan zat racun pada awal kehamilan, makanan yang terkontaminasi dengan methylmercury dan aneka logam berat lainnya 
  
          Perlu penelitain lebih lanjut untuk mencari sebab autisme

          Pada vaksin masa depan dihindarkan pemakai thimerosal atau jenis preservative lainnya
 
          Hal yang perlu kita renungkan adalah pemakaian kosmetik, bahan makanan laut dan tanaman yang telah terkontaminasi dengan zat kimia dan logam berat lainnya juga mungkin menjadi penyumbang cukup berarti untuk menyebabkan tetap meningkatnya kasus autisme bayi meski saat ini pemakaian vaksin dengan kandungan Thimerosal mulai sangat dibatasi bahkan dihindarkan.   


...….unfortunately for parents who will someday bear children diagnosed with autism, the controversy surrounding vaccines has diverted attention and resources away from a number of promising leads….
Mencari sebab musabab autisme pada anak ...



.......sangat disayangkan bagi para orang tua yang suatu hari mungkin memiliki anak yang didiagnosa dengan autisme, soal kontroversial yang meliputi vaksin telah menarik perhatian dan sumber daya yang diperlukan untuk mencari sebab musabab autisme ...
   
                 (Vaccine: what you should know, 3rd edition, Paul A. Offit, MD and Louis M. Bell MD, 2003)










Rabu, 18 April 2012

Keracunan Mercury dan Autisme


  Awal mula cerita keracunan logam berat Methylmercury sejak.... :

          Di Teluk Minamata Jepang, terjadi pembuangan limbah industri mercury kedalam perairan teluk sehingga terjadi kontaminasi ikan laut di teluk Minamata yang terjadi sejak akhir tahun 1950an hingga awal 1960an  (Harada 1995)

          Kejadian di Irak pada tahun 1970an dimana terjadi kontaminasi mercury pada biji gandum yang dioleh menjadi roti (Bakir et al 1973)

          Laporan pertama vaksin (MMR) dengan kandungan Thimerosal oleh Dr. Andrew Wakefield, seorang dokter dari Inggris,  pada tahun 1998, yang menimbulkan heboh besar dan terjadi penolakan vaksin di Inggriis dan beberapa negara lain seperti di negara Skandinavia dengan segala akibat buruk yang mengikutinya.

(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)


Beberapa gejalah bila terjadi keracunan logam berat Methylmercury ...:

          Adapun janin lebih sensitif terhadap keracunan methylmercury
          Pemaparan ibu hamil terhadap metylmercury dosis tinggi àakan terjadi pemaparan pada janin sehingga terjadi:
-          Kerusakan neurologi / saraf yang serius à terjadi celebral palsy
-          Gangguan fungsi sensorik dan motorik
-          Gangguan perkembangan dan pertumbuhan janin à autisme


Beberapa pendapat pro dan kontra terhadap hubungan autisme dengan Thimerosal ...:

• Laporan pertama tetang vaksin (MMR) dan Thimerosal oleh Dr. Andrew Wakefield pada tahun  

  1998 (Lancet Medical Journal 1998)

• 1 bulan setelah pemberian vaksin MMR maka terjadi gejalah2 :

- Inflamsi / infeksi saluran cerna, terjadi infiltrasi protein berbahaya kedalam otak, sehingga  

  terjadi

- Gangguan perkembangan neurolog / saraf, anak menderita kelainan Autisme, atau juga berupa

- ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder)

- Terjadi kelambatan perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa

• Hipotesa : hubungan sebab akibat antara Thimerosal dan gangguan perkembangan saraf otak  

   anak(autisme)

(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)



Beberapa pendapat pro dan kontra terhadap hubungan autisme dengan Thimerosal ...:(lanjutan)

·         Dr. Brent Taylor dan kawan kawannya telah merancang 4 buah uji klinik untuk mencari dan membuktikan teori hipotesa relasi positif antara Thimerosal dengan kejadian autisme di Inggris.

·         Dr. Nathalie Smith

·         Di Denmark dilakukan uji klinik dengan skala besar yang melibatkan 537.000 anak anak, ditemuakn hasil akhir yang menunjukkan bahwa angka kejadian autisme antara anak yang telah divaksinasi dengan yang tidak di vaksinasi adalah sama 



Kesimpulan :  

-          Tidak ditemukan korelasi ilmiah positif antara kejadian autisme dengan vaksinasi yang diberikan pada masa bayi  
-          Jumlah anak penderita autisme tidak sesuai dengan jumlah bayi yang telah mendapat vaksinasi MMR    
-          Inflamsi / infeksi saluran cerna terjadi setelah timbulnya gejalah autisme bukan sebelumnya seperti yang diduga sebelumnya
-          Jumlah kejadian autisme antara bayi yang terima vaksinasi dengan yang tidak menerima vaksinasi tidak dihitung /ditabulasi oleh dr. Andrew Wakefield  

           (semua hasil uji klnik diatas bisa diperoleh dari British Medical Journal dan New    
            England Medical Journal, Edisi November 2002)   
    
                (Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)






Untuk memperkuat bukti bahwa tidak terjadi korelasi positif antara autisme dengan
penggunaan vaksin yang mengandung Thimerosal :

Disini ditunjukan uji klinik yang tidak berhasil menunjukan hubungan korelasi positif
antara autisme dengan Thimerosal :

1.       Stehr-Green et al., 2003 [22], uji klinik Ecological, Sweden and Denmark

2.       Madsen et al., 2003 [23], uji klinik Ecological, Denmark

3.       Fombonne et al., 2006 [9], uji klinik Ecological, Canada

4.       Hviid et al., 2003 [24], uji klinik cohort Retrospective, Denmark

5.       Verstraeten et al., 2003 [25], uji klinik cohort Retrospective, United States

6.       Heron and Golding, 2004 [26], uji klinik cohort Prospective, United Kingdom

7.       Andrews et al., 2004 [27], uji klinik cohort Retrospective, United Kingdom

      (458 • CID 2009:48 (15 February) • VACCINES)




Dengan adanya bukti bukti uji klinik yang retrospektif ataupun yang observasi selama penggunaan vaksin yang mengandung thimerosal sebagai pengawet / preservative, tidak ditemukan adanya korelasi yang positif antara jumlah pemakaian vaksin tersebut dengan peningkatan kasus kasus baru anak dengan kelainan autisme.
Hal demikian juga diamati dan ditemukan di negara negara skandinavia dan Inggris yang pada awalnya menghentikan vaksinasi dengan vaksin yang mengandung thimerosal, sebagai akibat propoganda Dr. Andrew Whitfield tentang hubungan vaksin dengan presevative thimerosal dengan kejadian bayi menderita autisme, namun pada kenyataannya bahwa jumlah anak penderita autisme tetap saja meningkat meskipun penggunaan vaksin dengan kandungan thimerosal telah dihentikan. 
Untuk menanggapi kejadian demikian, barangkali kita perlu memikirkan adanya kemungkinan kontaminasi logam berat mercury ini dalam makanan laut, barang2 alat rumah tangga seperti cairan pembersih rumah tangga, pestisida, pupuk tanaman dan lain2 yang banyak dipergunakan dalam rumah tangga, yang mungkin mengandung mercury, juga kosmetika yang dipergunakan seperti pemutih kulit dan lain lain. 










Minggu, 15 April 2012

Thimerosal, manfaat dan masalah kontroversialnya

Thimerosal, manfaat dan masalah kontroversialnya


Cerita Dr. Ewing George Thomson :

Dr. Ewing George Thomson adalah pejabat kesehatan kota Bundaberg, pada bulan January tahun 1928 kota itu mengadakan kampanye untuk mencegah penyakit difteri  dengan menyuntikan TAM (campuran toksin dan antitoksin) 10 ml vaksin multidose yang tersedia dalam botol/vial bertutup karet. 
Suntikan berturut turut pada tanggal 17, 20, 21 dan 24 January pada 21 orang anak tanpa efek samping apapun.
Pada suntikan tanggal 27 January untuk 21 anak, maka sebanyak 11 anak meninggal pada keesokan harinya yaitu tangggal 28 January.
Penyelidikan  yang dilakukan berhubung kasus ini menunjukkan bahwa suntikan pada 27 January ternyata  vaksin multidose tealh tercemar dengan bakteri Staphylococcus hidup yang meyebabkan kematian anak2 tersebut.
 (The Hazards of Immunization, sir Graham S Wilson)


Semenjak kejadian tersebut, maka produser vaksin berusaha mencari zat pengawet dan zat antiseptik untuk vaksin yang mereka produksi, teruatama untuk vaksin multidose, yaitu satu botol atau satu vial vaksin bisa dipakai untuk vaksinasi sejumlah anak.
Saat ini pengawet / preservative dan zat antiseptik yang dipergunakan oleh produsen vaksin didunia adalah :
          Thimerosal
           2 phenoxyethanol dan formaldehide
          Phenol
          Benzothonium chloride
          2 phenoxyethanol

(FDA files\FDA-CBER – Thimerosal in Vaccine 6/20/2007)


Sejarah pemakaian Thimerosal dalam produksi vaksin:

Sejak tahun 1930 perusahaan Eli Lilly memperkenalkan pemakaian Thimerosal sebagai pengawet / preservative dalam produknya yang kemudian dipergunakan secara luas oleh produser lain hingga saat ini :
-          immunoglobulin, vaksin (kandungan Thimerosal sekitar 0.003 % - 0.01 %)
-          Anti bisa ular (venin), antigen untuk test kulit  dan produk biologik  
-          Produk untuk obat mata dan hidung
-          
      (FDA files\FDA-CBER – Thimerosal in Vaccine 6/20/2007)



Thimerosal sebagai  Preservative dalam Vaccines :

          Preservative berfungsi sebagai :
            - bacteriostatik / bacteriosid (menekan pertumbuhan bakteri atau membunuh bakteri)
            - fungistatik (menekan pertumbuhan jamur)
          Di pergunakan dalam proses produksi vaksin  
          Vaksin multidosis (satu botol / vial vaksin untuk vaksinasi beberapa orang sekaligus)

Maksud pemberian Thimerosal dalam hal ini :  
          Menjaga sterilitas proses produksi dan produk vaksin
          Menjaga stabilitas, kualitas dan efikasi vaksin   
(World Health Organization Technical Report Series, No. 926. 2004)


Terminologi :
Sejak merebaknya issue vaksin MMR dengan timbulnyya Autisme pada bayi yang diungkapkan oleh Dr. Andrew Wakefield pada tahun 1998 (Lancet Med.Jour), meskipun belum terbukti adanya korelasi positif antara Thimerosal yang dipergunakan sebagai preservative dalam vaksin dengan timbulnya Autisme, tetapi semenjak itu banyak produsen vaksin dunia berlomba lomba untuk meneliti pembuatan vaksin tanpa menggunakan Thimerosal atau memakainya dalam jumlah yang sangat minimal untuk produk vaksin mereka.
Sehingga saat ini kita dapat menemukan beberapa jenis vaksin dengan kriteria konsentarsi Thimerosal yang berbeda beda, tapi semuanya dalam konsentrasi yang minimum, sesuai dengan rekomendasi WHO dan FDA.
Berikut ini adalah beberapa terminologi yang dipergunakan untuk menggambarkan seberapa banyak konsentrasi Thimerosal yang terkandung dalam vaksin yang dimaksud. 

          Thimerosal yang telah di eliminasi / dibersihkan  
            -           Bila kita mendapatkan keterangan seperti ini, artinya Thimerosal tidak dipergunakn dalam   
                    setiap tahapan produksi vaksin tersebut.
  Sehingga produk vaksin demikian bisa kita katakan adalah Vaksin Bebas dari    
  Thimerosal atau  Thimerosal Free Vaccine
                  
                  (World Health Organization Technical Report Series, No. 926. 2004)


          Thimerosal yang di kurangi jumlahnya / Reduction of Thimerosal
       -    Thimerosal dipakai pada beberapa tahapan proses produksi vaksin , hanya dalam jumlah    
             yang relatif kecil dibandingkan dengan vaksin yang telah ada, dan pada vaksin tersebut   
             sebagai produk akhirnya masih akan ditemukan Thimerosal dalam jumlah yang sangat kecil   
             / trace amount 
             Maka vaksin demikian tetap digolongkan sebagai Vaksin dengan kandungan   
            Thimerosal  
          
             (World Health Organization Technical Report Series, No. 926. 2004)




          Thimerosal yang telah dibersihkan / Removal of Thimerosal
      -     Thimerosal pernah dipergunakan dalam tahapan produksi vaksin, meskipun setelah itu  
             Thimerosal dibersihkan dari kandungan vaksin dengan memakai proses pembersihan   
             tertentu, namun tetap dijumpai jumlah sangat kecil / trace amount Thimerosal dalam vaksin  
             tersebut.
             Vaksin demikian tetap dikategorikan sebagai Vaksin dengan kandungan Thimerosal    
            
                 (World Health Organization Technical Report Series, No. 926. 2004)


          Penggantian Thimerosal dengan zat preservative lain / Replacement of Thimerosal
      -     tidak ada Thimerosal yang dipergunakan dalam prosses produksi vaksin, melainkan  
             memakai zat preservative lain sebagai pengganti Thimerosal.
             Vaksin ini dikategorikan sebagai vaksin bebas Thimerosal
             Karena mengandung preservative lain sebagaai pengganti Thimerosal, sehingga diperlukan   
             waktu untuk mengkaji dan menguji  keamanan dan efektifitas zat penggant baru ini
             Demikian juga halnya untuk keamanan dan  efektifitas vaksin tersebut.  
        
                 (World Health Organization Technical Report Series, No. 926. 2004)


Yang dimaksud trace amount yaitu: bila kandungan thimerosal adalah sama dengan atau kurang dari 1 mikrogram perdosis vaksin 


(How does FDA evaluate vaccines to make sure they are safe? Page Last Updated: 04/30/2009)


Batas aman pemaparan methylmercury (menurut standard EPA dan WHO) : 

          0.1µg / kg bw / day (EPA) – 0.47µg / kg bw / day (WHO) (bw = body weight)

  
                Reference:

                                     - US Environmental Protection Agency (Mahaffey et al 1997)
                                     - US Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR 1999)
                                     - US FDA (Federal Register 1979)
                                     - World Health Organization (WHO 1996) 



          Sebagai contoh, bila Vaksin mengandung 0.01 w/v % thimerosal sebagai  
       preservative, ini berarti:
  
             Mengadung 50 µg thimerosal / 0.5 mL dosis, atau  
             Sekitar 25 µg  methylmercury / 0.5 mL dosis (49.6 % mercury)
             
                  (US Pharmacopeia 2004)




Pengaruh dari penghilangan, pengurangan atau mengganti Thimerosal terhadap vaksin:

          Mempengaruhi keamanan dan sterilitas, stabilitas dan efikasi / imunogenisitas dari vaksin tersebut (Thimerosal sebagi zat preservative / inaktivasi)

          Mempengaruhi sterilitas jalur produksi vaksin dalam pabrik (Thimerosal sebagai preservative)

          Diperlukan evaluasi ulang kasus demi kasus untuk hal kemanaan, stabilitas dan kualitas vaksin (pihak Regulatory pendaftaran obat dan vaksin)
     
(World Health Organization Technical Report Series, No. 926. 2004)


Mengapa sampai saat ini masih ada vaksin yang diproduksi dengan kandungan minimal Thimerosal sebagai preservative ?

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor :

1.       Untuk begitu saja menghilangkan penggunaan Thimerosal sebagai preservative adalah suatu hal yang memerlukan pertimbangan dan kajian ilmiah farmakologi yang rumit dan panjang, karena pengurangan atau penambahan suatu zat aktif dalam vaksin akan mempengaruh stabilitas vaksin, keamanan vaksin dan yang terpenting  juga efektifitas vaksin tersebut.  
2.       Memerlukan biaya, waktu yang tidak sedikit dan sumber daya manusia dan lain lain yang terkait dengan harga jual vaksin yang tinggi nanti dipasar